jump to navigation

Pojok hukum: Tanggung Jawab seseorang yang Meminjam Sepeda Motor Hingga Rusak Januari 23, 2015

Posted by balimotorider in Uncategorized.
trackback

image

Assalamu’alaikum wr.wb
Alhamdulilah sudah hari jumat lagi Al Jumuah mubaraq. Kali nie kembali lagi tentang pojok hukum. Yuukzzz………sobat bikers sedikit belajar tentang hukum agar setidaknya menambah wawasan pengetahuan. Sebelumnya saya berikan sedikit ilustrasi terlebih dulu.
Suatu hari ada seorang temannya saya sebutlah namanya si bejo yang datang ke kost saya untuk meminjam sepeda motor karna beralasan sepeda motornya sedang di bengkel, kemudian karna saya tidak ada acara keluar maka saya meminjamkannya. Entah disengaja atau tidak, ketika dalam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor saya, si bejo mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan pada motor saya, akan tetapi si bejo tidak mau bertanggung jawab. Si bejo mengatakan itu murni musibah dan intinya dia tidak mau mengganti kerusakan motor saya.
Dari ilustrasi tersebut maka si bejo wajib mengganti kerugian yang besarannya ditentukan berdasarkan putusan pengadilan dalam hal ini penggantian untuk korban. Demikian yang diatur dalam Pasal 236 ayat (1) UU LLAJ. Akan tetapi, karena peristiwa ini tergolong kecelakaan lalu lintas ringan yang terdapat dalam Pasal 229 ayat (1) UU LLAJ, maka kewajiban ganti kerugiannya dapat dilakukan diluar pengadilan, yakni dengan jalan damai dapat dilihat pada Pasal 236 ayat (2) UU LLAJ. Melihat pada ketentuan UU LLAJ, maka pengaturan mengenai penggantian kerugian tersebut tidak dapat digunakan untuk meminta ganti rugi kepada si bejo. Selain itu, saya juga tidak dapat menggunakan Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana/KUHP tentang tindak pidana perusakan seperti yang disebutkan karena unsur penting dalam tindak pidana perusakan adalah unsur adanya kesengajaan dari pelaku, yang mana kejadian ini merupakan kecelakaan lalu lintas, yakni suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan Kendaraan dengan atau tanpa Pengguna Jalan lain yangmengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda.

image

Akan tetapi, karena dalam hal ini saya meminjamkan barang saya kepada teman saya yaitu si bejo, maka terciptalah hubungan hukum pinjam pakai sebagaimana diatur dalam Pasal 1740 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata/KUHPdt: “Pinjam pakai adalah suatu perjanjian dalam mana pihak yang satu menyerahkan suatu barang untuk dipakai dengan cuma-cuma kepada pihak lain, dengan syarat bahwa pihak yang menerima barang itu setelah memakainya atau setelah lewat waktu yang ditentukan, akan mengembalikan barang itu.
”Pada dasarnya seseorang yang meminjam barang orang lain wajib memelihara barang itu sebagaimana diatur dalam Pasal 1744 KUHPdt: “Barang siapa menerima suatu barang yang dipinjam wajib memelihara barang itu sebagai seorang kepala keluarga yang baik, Ia tidak boleh menggunakan barang itu selain untuk maksud pemakaian yang sesuai dengan sifatnya, atau untuk kepentingan yang telah ditentukan dalam perjanjian. Bila menyimpang dari larangan ini, peminjam dapat dihukum mengganti biaya, kerugian dan bunga, kalau ada alasan untuk itu. Jika peminjam memakai barang itu untuk suatu tujuan lain atau lebih lama dan yang semestinya, maka wajiblah ia bertanggung jawab atas musnahnya barang itu sekalipun musnahnya barang itu disebabkan oleh suatu peristiwa yang tidak disengaja.
Pada Pasal 1745 KHUPdt: ”Peminjam bertanggung jawab atas musnahnya barang yang dipinjam jika barang pinjaman itu musnah karena suatu peristiwa yang tidak disengaja, sedang hal itudapat dihindarkan oleh peminjam dengan jalan memakai barang kepunyaan sendiriatau jika peminjam tidak mempedulikan barang pinjaman sewaktu terjadinya peristiwa tersebut, sedangkan barang kepunyaannya sendiri diselamatkannya.
Pasal 1746 KUHPdt: Selain itu, peminjam juga bertanggung jawab atas musnahnya barang tersebut jika barang itu telah ditaksir harganya pada waktu dipinjamkan meskipun musnahnya barang tersebut terjadi karena peristiwa yang tak disengaja, kecuali kalau telah dijanjikan sebaliknya.
Bila melihat Pasal 1745 KUHPdt maka si bejo dapat dimintai pertanggung jabawan ganti rugi atas dasar wanprestasi karena pinjam pakai itu sendiri adalah sebuah perjanjian.
Oke sobat bikers semoga bermanfaat bila ada sobat bikers yang lebih paham dan ingin menambahkan dari apa yang telah dijabarkan diatas saya sangat bertrima kasih karna saya pun juga masih belajar.
Wassalamu’alaikum wr.wb

image

Iklan

Komentar»

1. SANSINNO.COM - Januari 23, 2015

yg dipinjami harusnya hati2 bukan malah ngerusak dan acuh-gag acuh makenya 😀

bikerkampung86 - Januari 23, 2015

Ya…..namanya ilustrasi om kan klo sampe kejadian bisa antisipasi selain itu si peminjam juga tau ada sanksi nya klo sampe terjadi kerusakan

SANSINNO.COM - Januari 23, 2015

iyah begitu maksudnya kadang2 si peminjam mentang2 bukan motor dia pake asal..

bikerkampung86 - Januari 23, 2015

Naaah…..setidaknya klo ada peminjam seperti itu bisa kena akibat dari kesalahannya yg tdk bertanggung jawab dgn kendaraan yg dipinjam

2. ndesoedisi - Januari 23, 2015
bikerkampung86 - Januari 23, 2015

Ilustrasi om arul kan si bejo nama burung piaraan jaman dulu kala 🙂

ndesoedisi - Januari 23, 2015

Alibi 😆

bikerkampung86 - Januari 23, 2015

Wakakakakakakakakakak……. 😆
Trus siapa sebenarnya si bejo??? 😀

3. Mase - Januari 24, 2015

Wuih bonusnya

bikerkampung86 - Januari 24, 2015

Hehehehehehe…… 😀
Bonuse jik sopan lho ora pulgar

4. yht2506 - Januari 26, 2015

menarik pembahasannya…lha baru dua minggu ini motor saya yg dipinjem ponakan buat kuliah tak ambil dari ponakan karena dia sudah dikasih motor sama bapaknya. bukannya lsg dibalikin motor saya malah dijogrokin di teras depan rumahnya….padahal tinggal balikin aja kok susah banget…lha wong rumahnya deket kok…byuuuh… hiks..:'( (lah malah curhat….)

bikerkampung86 - Januari 26, 2015

Waaah…..ponakannya kurang bersyukur dipinjemin tapi gak menghargai yg memberikan pinjaman 😦
Saya aja motor cman pinjem om tapi alhamdulilah slalu saya rawat dgn baik bahkan utk serivs rutin alhamdulilah gak pernah telat. Ya…..semoga saja ponakannya cpt sadar om mungkin karna pergaulan di lingkungannya atau mungkin org tuanya kurang tegas dlm memberikan sopan santun. Hanya sekedar opini saya lho om……. 🙂

yht2506 - Januari 26, 2015

lha itu dia…mudah2an nyadar ya..hehehe

bikerkampung86 - Januari 26, 2015

Amin ya rabbal alamin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan Perjalanan Hidupku ^^

Karena setiap detik perjalanan hidup adalah pelajaran, dan akan menjadi kenangan yang akan selalu membuatmu bersyukur :)

www.satuaspal.com

_blog otomotif "nyerempet" dikit

sijidewe's blog

Otomotif, Did Yourself, Adventure, Electronic, Kuliner

RiderTua

Old Rider Who Like About Motorcycles

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

WIRO NyöbaMôtö

Belajar menulis dan mem-foto apa saja pas nongkrong atau Mblåkräck :)

Ndeso94 (dot) com

Inspirasi dan Informasi

Photo MMBlog

Motorcycle Imagery

sugimasihada

masih seneng belajar.... | Learning all about....

CORBUZIER

A Magical Tale Journey

Ay Siti Wahyuni BLOG

DISCIPLINE is the Bridge Between Goals and Accomplishment

Alki Rahmatullah's Blog

All About Life,Love and also Automotive

MOTOBLAST

Blog kumpulan berita otomotif dan modifikasi motor terbaru

Heyy..My NAme iS SuRyA

.: All Around Me :.

Bonsaibiker

Blog otomotif : Motor | Mobil | Lakalantas | Modif

ardho.BLOG

Hanya Bualan Seorang Biker

sekedar coretan

otomotif...dan potret jalanan

JASA PERCETAKAN MURAH

Percetakan, Komputer, Desain Grafis, Foto Copy, ATK, Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

Maulana Abas Al Aidy, S.Pi

hidup butuh kreatif

%d blogger menyukai ini: