Assalamu’alaikum.

Haaaaayyy……… sobat bikerz, kalo kemaren bahas Yamaha Alfa Series sekarang bahas Rivalnya nie dari pabrikan berlogo S yaitu Suzuki RC100 series, dimana merupakan generasi kedua Suzuki RC yang beredar di Indonesia. Seiring dengan regenerasi yang dilakukan oleh Yamaha dengan mengeluarkan seri V100E yaitu Yamaha Alfa series, Suzuki pun ikut merilis type RC100. Sesuai namanya, kapasitas motor 2tak ini adalah 100cc atau lebih tepatnya 99cc dengan menggunakan basis mesin yang sama dengan RC80. Motor jenis RC100 series ini mengawali era “perang dingin” antara Suzuki bebek dan Yamaha bebek di Sirkuit Balap Ancol pada masa itu. Suzuki RC100 atau Suzuki RC100 Bravo dan RC Sprinter ini masa baktinya dari tahun 1987 sampe 2002. Selanjutnya pada tahun 1988, Suzuki memproduksi RC100 Sprinter yang merupakan bebek bertipe ayam jago pertama di Indonesia. Perbaikan suspensi depan mampu mendongkrak karir Suzuki RC di dunia balap. Khusus untuk kali ini mau ngebahas Suzuki Bravo ama Suzuki RC Sprinter aja sobat bikerz.

bila ditilik berdasarkan urutannya, maka Suzuki Bravo merupakan model facelift dari RC 100 yang pertama kali dirilis Suzuki di era pertengahan 1990-an. Dengan rentang produksi antara tahun 1994 hingga 2002, Suzuki Bravo bisa dibilang merupakan generasi Suzuki RC dan juga sepeda motor bebek 2Tak yang paling bertahan lama di pasaran Tanah Air. Dikarenakan merupakan produk  facelift dari Suzuki RC 100, Suzuki Bravo tidak mengalami beberapa perubahan desain bodi yang signifikan. Motor ini masih mengusung lampu depan dengan bentuk kotak, lampu belakang yang sama, serta model jok dengan desain garis-garis. Meski begitu, bentuk bodi Suzuki Bravo secara keseluruhan agak membulat dan kompak, sedikit berbeda dengan model RC 100 yang lebih terkesan kaku dan kotak.

Selain Suzuki Bravo ada juga Suzuki RC Sprinter yang secara desain, Suzuki RC Sprinter memiliki desain yang lebih keren dibanding RC100 dan Bravo yang yang terkesan motornya bapak-bapak. Tampil dengan desain ayam jago Suzuki RC Sprinter menjadi salah satu Primadona selain Yamaha Alfa Champ. Pada saat itu Suzuki RC Sprinter mampu bersaing melawan Yamaha Alfa yang berkapasitas 102cc dan boleh dibilang hasil akhirnya adalah imbang. selepas Sirkuit Ancol ditutup pada tahun 1992, pada era pasar senggol edua motor tersebut jarang sekali bertemu di arena balap di Jakarta.

ntuk sektor dapur pacu, tidak ada perbedaan antara Suzuki Bravo dengan Suzuki RC Sprinter . Suzuki tetap membekali motor ini dengan berbekal mesin tipe 2Tak, silinder tunggal konstruksi bore xstroke 52,5 x 46 mm, pendingin Suzuki yang kala itu terkenal dengan nama Jet Cooled, Reed Valve, kapasitas asli mesin hanya 99,6cc. Dengan berbekal cc tersebut, Suzuki Bravo bisa meletupkan tenaga hingga 8,1 HP pada putaran 6.500 rpm dan torsi puncak 1,58 kg-m pada putaran 5.500 rpm serta diklaim mampu mencapai kecepatan maksimal 100 km per jam. Sedangkan Suzuki RC Sprinter mesin yang diusung Suzuki RC Sprinter masih sama dengan Suzuki RC Bravo. Mesin 1 silinder 2 tak dengan bore x stroke 52,5 x 46 mm, air cooled pendingin udara dibantu dengan pendingin oli Suzuki Jet Cooled dan berkapasitas 99,6cc sepeda motor ini sanggup menghasilkan tenaga kuda sebesar 9,3Hp pada 6500Rpm serta torsi 11,2Nm pada 5000Rpm, lebih besar dibandingkan Suzuki Bravo. Karburator yang dipakai masih sebatas karburator Mikuni VM16SH namun untuk pengapiannya motor ini sudah memakai CDI. Top speed pada jamannya mampu mencapai kecepatan hingga 110Km/jam. Konsumsi BBM dan oli samping terbilang lebih boros untuk seliter bahan bakar hanya mampu menempuh kurang lebih 30 km.

Pasti pada penasaran arti Jet Cooled paada Suzuki RC Series ini apa sich??…… Jadi di Sistem Suzuki Jet cooled ini merupakan sistem pendinginan piston dengan cara menyemprotkan oli dibagian bawah piston untuk membantu pendinginan piston yang di motor bekerja lebih berat dibandingkan di mobil. Adanya jet needle, maka konstruksi silindernya juga sedikit mengakomodir keberadaaannya, makanya dibuatkan semacam Coakan di silinder untuk memaksimalkan semprotan oli ke bagian bawah piston.

Sayangnya karna krisis ekonomi dan polusi dari asap 2Tak yang tidak menyehatkan, maka model ini mengalami penurunan popularitas yang sangat mempengaruhi penjualannya, Suzuki tetap mempertahankan model RC Bravo dan RC Sprinter ini hingga sekitar akhir tahun 2002. Berikut ini spesifikasi dari Suzuki RC Bravo Dan RC Sprinter sobat bikerz :

Suzuki RC Bravo

Produksi 1987-2002 (Facelift)
Dimensi 1.860 x 650 x 1.030 mm
Berat 81 kg
Kapasitas Bahan Bakar 4,5 liter
Suspensi Depan Teleskopik
Suspensi Belakang Swing Arm, Double Shock
Rem Depan Tromol
Rem Belakang Tromol
Ban Depan 2,25-17”
Ban Belakang 2,50-17”
Tipe Mesin 2-stroke, Jet Cooled, Reed Valve, silinder tunggal
Kapasitas Silinder 99,6cc
Diameter x Langkah 52,5 x 46 mm
Karburator Mikuni VM 16SH
Daya Maksimum 8,1 HP @ 6.500 rpm
Torsi Maksimum 1,58 kg-m @ 5.500 rpm
Sistem Transmisi Manual 4-speed
Kopling Basah, Semi-otomatis, PECS
Pengapian CDI
Baterai 6 Volt – 5 Ah
Starter Electric dan Kick
Pelumasan 2T Suzuki CCI
Pelumasan Mesin SAE 20-50, 0,9 liter

Suzuki RC Sprinter

Produksi 1988-2002
Dimensi 1.860 x 650 x 1.030 mm
Berat 81 kg
Kapasitas Bahan Bakar 4,5 liter
Suspensi Depan Teleskopik
Suspensi Belakang Swing Arm, Double Shock
Rem Depan Tromol
Rem Belakang Tromol
Ban Depan 2,25-17”
Ban Belakang 2,50-17”
Tipe Mesin 2-stroke, Jet Cooled, Reed Valve, silinder tunggal
Kapasitas Silinder 99,6cc
Diameter x Langkah 52,5 x 46 mm
Karburator Mikuni VM 16SH
Daya Maksimum 9,3Hp @ 6.500 rpm
Torsi Maksimum 11,2Nm @ 5.500 rpm
Sistem Transmisi Manual 4-speed
Kopling Basah, Semi-otomatis, PECS
Pengapian CDI
Baterai 6 Volt – 5 Ah
Starter Electric dan Kick
Pelumasan 2T Suzuki CCI
Pelumasan Mesin SAE 20-50, 0,9 liter

pasaran harga dari Suzuki Bravo saat ini direntang harga 700 ribuan sampe 4.5 juta saat ini. Aje gile murah tuch sampe ada yang jual 700 ribuan harganya sobat bikerz, seangkan Suzuki RC Sprinter direntang harga 2 jta hingga 7 jutaan sobat bikerz. eeeittzzz….. Ampe lupa nie foto sebagian besar hasil sumbangan dari om Anggi Josep Nie yang biasa koleksi brosur motor lawas 2Tak dan ada pula yang dari mbah Google hehehehehe…… 😆 oiyaaa di Thailand sana RC100 mengalami facelift yang cukup signifikan sobat bikerz, lebih mirip motor bebek/cub era awal 2000an bahkan sudah dilengkapi Catalyzer juga sebagai syarat lolos EURO II, entah sekarang masih produksi ndak ya seri RC100 ini di Asia Tenggara selain Indonesia yang tentunya sudah discontinue dari tahun 2002 lalu. Colek dulu om Alhan yang dulu jaman SMA pengguna Suzuki RC Bravo hehehehehe….. 😆 jaman jahiliyah masih sukan turing modal nekat. Terima kasih sudah mampir kemari sobat bikerz, semoga bermanfaat dan ingat jangan lupa bahagia.

Wassalamu’alaikum.

 

Advertisements