Assalamu’alaikum.

Haaaayyy………….. Sobat bikerz, Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang, dimana kecanggihan teknologi sudah mulai menjadi bagian dari gaya hidup terutama di Indonesia. Tentunya sobat bikerz yang sering menggunakan akses internet, baik itu hanya untuk sekedar baca berita maupun sekedar berbalas pesan di sosial media apalagi bagi teman-teman yang sering berbelanja via online terutama produk otomotif, gadget maupun pernagkat komputer pasti sering mendengar istilah barang Original, OEM, Aftermarket dan KW. naaah…. kali ini warung ini akan coba mengintisarikan berdasarkan beberapa bahan bacaan yang didapatkan dan tak lupa pula mohon bantuanya jikalau ada kekrangan dan kesalahan dalam artkel ini, yaa…. kita saling sharinglah sob 😉 terutama bagi rekan-rekan yang sering banget belanja produk otomotif terutama sparepart motor, semoga membantu ya. Oiyaaa….. Beberapa contoh yang saya dapatkan hanya sebagai contoh saja, tidak ada maksud untuk menjatuhkan sebuah Brand merk ya sobat bikerz…… 🙂 

Okeee….. Pertama akan kita bahas apa itu produk Original sobat bikerz, jika merujuk kepada Kamus besar Bahasa Indonesia, original sebenarnya adalah bahasa Inggris atau dalam bahasa Indonesia sering disebut orisinil/orisinal diartikan sebagai asli, tulen. Sedangkan menurut pendapat bberapa alhi original adalah original alias asli full asli. ialah suatu produk yang dikeluarkan dilahirkan dan diproduksi oleh pabrik yang sama dengan standar kualitas yang ditentukan oleh mereka dan standar operasional oleh mereka dan juga pemegang saham oleh mereka. Kita ambil contoh AHM sebagai APM/ATPM (agen Pemegang Merk/Agen Tunggal Pemegang Merk) yang memegang saham Honda Motor Co.,LTD di Indonesia dan memproduksi sepeda motor merk Honda. mereka yang menetapkan standar kualitas dan menciptakan produknya alias bukan jiplakan ya. Nah setiap produk sparepart yang dikeluarkan oleh AHM maka itu dikatakan original, mesti kenyataannya di dalam dunia sparepart otomotif agak sedikit bergeser yakni original made in JAPAN dengan kata lain ori diatas ori ialah ori jepang (khusus otomotif). hal ini berbanding terbalik dengan dunia elektronik atau gadget, yang penting dikeluarkan oleh merek tertentu dan terjamin sudah dikatakan ori.

contoh produk Original
contoh produk Orignal

Next…. lanjut kebagian Dua Yaitu OEM alias original equipment manufacturer. Produk OEM sering kali disamakan dengan KW padahal ini sangatlah salah dan jelas berbeda! OEM sendiri merupakan suatu perusahaan yang merancang dan memproduksi produk (komponen atau barang jadi) sesuai dengan spesifikasi yang ditentukannya dan dijual ke perusahaan pembeli. Perusahaan pembeli tersebut lalu mendistribusikan produk tersebut. Spesifikasi yang dimaksud OEM, yaitu spesifikasi produk yang ditentukan oleh perusahaan OEM. Jadi, perusahaan OEM memproduksi produk nama perusahaan lain, lalu perusahaan pembeli memasarkan produk tersebut di bawah merk mereka sendiri. Dalam bahasa Indonesia OEM disebut dengan Produsen Peralatan Asli. Biar lebih jelasnya saya berikan contoh ilustrasinya :

Kita ambil contohnya sebuah pabrikan otomotif yaitu pabrikan motor merk AHM dan contoh part yang akan kita jadikan fokus utama yakni Stang seher atau bahasa kerennya disebut Connecting Rod. Didalam sebuah produk kendaraan, tentunya pabrikan membutuhkan banyak sekali komponen komponen, sedang tidak semuanya komponen tersebut di buat atau diproduksi oleh pabrikan otomotif tersebut. Beberapa suku cadang didapatkan oleh pabrikan otomotif dari membeli di pabrik lain, baru kemudian dikemas dan dilabeli dengan brand otomotif tertentu, yang kemudian part ini disebut sebagai Genuine Part. Dalam membuat kendaraan bermotor pabrikan AHM tentu juga sudah harus menyediakan sparepartnya apalagi bila ternyata produk tersebut booming naaah…. untuk memenuhi kebutuhan tersebut contohnya stang seher atau connecting Rod maka produsen motor AHM menggandeng mitra katakanlah namanya Aspira. Disini nanti pihak pabrikan motor AHM akan meminta pihak Aspira untuk membuat dan menyediakan stang seher/connecting Rod dengan memakai merk dagang Honda AHM.

salah satu contoh produk OEM

Nantinya stang seher ini akan dikirim dari pabrik Aspira ke pihak pabrikan motor AHM untuk dipasangkan pada produk kendaraan bermotornya, dan sebagian lagi akan dikemas ulang menggunakan wadah dan label dari Pabrik AHM, kemudian produk ini disebut dengan produk Genuine Honda AHM. Sedangkan pihak Aspira sendiri juga menjual stang seher dengan bentuk dan ukuran yang sama seperti yang dipesan oleh pabrikan AHM tadi dengan merk mereka yakni merk “Aspira”, sehingga produk ini nantinya disebut produk OEM dari stang seher pabrikan Honda AHm. Istilah lain dari OEM ini adalah VAR (value added remarketers) serta ISO (independent sales organization) Jika disimpulkan ilustrasi diatas maka akan seperti ini :

  • Jadi produk genuine adalah produk yang dibuat sendiri maupun hasil memesan dari pihak ( pabrikan ) lain oleh suatu pabrikan otomotif. ( misalnya Pabrik AHM memesan ke Aspira ).
  • Sedangkan produk OEM adalah produk yang dijual dengan merk lain oleh pabrikan tertentu, dimana pabrikan ini juga menyuplai suku cadangnya ke suatu pabrikan otomotif.

Kemudian yang Ketiga Produk Aftermaket atau beberapa orang menyebutnya sebagai produk generik alias versi murah, padahal tidak semua produk aftermarket itu murahan dan berharga murah. Produk aftermarket ialah produk yang diciptakan oleh pabrikan lain, dimana produk tersebut dijual dengan merk sendiri, dan pabrikan ini tidak menyuplai produknya ke pabrikan otomotif. Contohnya karena pasar motor pabrikan AHM ini sangat menjanjikan, sehingga membuat pabrikan lain yang juga membuat stang seher, sebut saja Daytona yang tentunya sudah ijin terlebih dahulu oleh perusahaan pemilik merk aslinya, dimana Daytona akhirnya juga menciptakan produk stang seher yang dikhususkan untuk kendaraan bermotor pabrikan AHM dengan merk dagang Daytona. Sehingga produk ini nantinya disebut sebagai produk aftermarket Stang Seher pabrikan AHM. Paling sering dijumpai pada bagian-bagian mobil yang struktural, Anda tentu ingin memastikan bahwa produk mereka disertifikasi oleh CAPA. Certified Automobile Parts Association ( CAPA) memiliki standar dan pedoman yang tinggi untuk suku cadang aftermarket. Mereka menjalankan tes produksi, kualitas bahan dan integritas bagian-bagiannya. Agar mendapat sertifikasi CAPA, pengujian yang dilakukan bagian-bagian tersebut harus memastikan bahwa bagian-bagiannya “setara secara fungsional” dengan bagian OEM, yang merupakan istilah yang jauh lebih kuat daripada persyaratan untuk menjadi seperti jenis dan kualitas yang digunakan oleh beberapa perusahaan asuransi. Standar evaluasi mereka untuk penggantian bagian. Seperti jenis dan kualitas tidak harus mengatasi kinerja fungsi atau crash test. Bagian aftermarket yang disertifikasi dengan CAPA telah melewati banyak tahap pengujian kualitas sebelum disertifikasi CAPA, jadi Anda mungkin ingin bertanya tentang hal ini jika Anda diberi opsi atau harus menggunakan komponen aftermarket atau generik. Selain itu Produk Aftermarket tak selamanya generik, untuk keperluan balapa malah standar kualitas dan harganya diatas barang original harganya.

salah satu contoh produk aftermarket

Sedangkan yang terakhir yang biasa disebut KW Sebenarnya merupakan singkatan dari kualitas. Produk KW pasti bukan produk orisinal atau original. Ada beragam tingkatan produk KW yang ditandai dengan angka. Semakin kecil angkanya, semakin bagus kualitasnya. Istilah yang paling sering dipakai adalah KW1 dan KW3. KW1 berarti produk bukan orisinal itu memiliki kualitas relatif bagus. Kualitas nomor satu deh kalo boleh dibilang heheheheehehe…… 😀 Sementara itu, KW3 bermakna berkualitas ala kadarnya. Harga produk KW3 biasanya murah meriah. Soal daya tahan, Anda tentu sudah bisa menebaknya. KW pun sekarang makin beragam sobat bikerz, ada KW super, KW Grade AAA dan lain sebagainya.

salah satu contoh perbedaan barang asli atau palsu alias KW

Ba Juga Gaaeeezzz!!!!!……….

Kemudian timbullah pertanyaan kalo gitu apakah OEM sama dengan KW???…… Seperti yang kita ketahui bahwa produk OEM adalah produk original yang diproduksi oleh perusahaan lain namun dengan tetap menggunakan nama brand dari perusahaan aslinya dan bisa juga menggunakan Brand sendiri namun tetap dibawah lisensi perusahaan aslinya. Sedangkan produk KW adalah produk replika dari produk original yang dibuat semirip mungkin dengan produk aslinya dan diproduksi oleh perusahaan yang tidak memiliki ijin untuk memproduksi barang tersebut.

  • Jika dilihat dari segi kualitas, produk OEM dengan sama dengan produk original. Sedangkan produk KW sangatlah berbeda dengan produk aslinya, hal ini karena produk KW lebih mengedepankan segi bentuk agar sama persis dengan produk originalnya.
  • Dari segi harga, produk orginal memiliki harga yang paling mahal. Produk OEM memiliki harga yang sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan produk original. Sedangkan pada produk KW memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan produk OEM dan orginal.

Produk KW sendiri terdiri dari KW super, KW 1, 2, 3 dan seterusnya. KW super merupakan barang yang telah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ada salah satu negara yang dikenal sebagai negara yang handal membuat barang tiruan dengan kemiripan yang hampir mencapai 100% dengan produk original, yang membedakan hanyalah tidak adanya izin/lisensi dari produk yang ditiru.

Jadi jika dismpulkan secarfa mudahnya begini produk Original adalah suatu produk yang dikeluarkan dilahirkan dan diproduksi oleh pabrik yang sama dengan standar kualitas yang ditentukan oleh mereka dan standar operasional oleh mereka dan juga pemegang saham oleh mereka. Produk OEM merupakn Mitra/Rekanan dari perusahaan asli pembuat produk. Aftermarket merupakan produk yang dibuat biasanya atas ijin dari perusahaan asli waluapun perusahaan pembuat produk aftermarket itu bukanlah mitra/rekanan dari perusahaan asli. Sedangkan produk KW adalah produk yang dibuat menyerupai/semirip mungkin dengan produk asli, bahkan sampe kemasannya pun dibuat layaknya produk asli, namun standar kualitas masih dipertanyakan dan yang jelas pembuat produk kw tersebut tidak memiliki ijin lisensi dari perusahaan asli pembuatnya.

Okee…… Sobat bikerz, sekiranya penjelasan diatas mampu sedikit memberikan jawaban bagi kalian yang masih penasaran dan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila masih banyak kekurangan serta ada kesalahan, mohon bantuannya untuk ikut menambahkan ya sobat bikerz. Semoga bermanfaat dan ingat jangan lupa bahagia.

Wassalamu’alaikum.

contoh produk aftermarket pendongkrak performa
contoh produk after market pendingkrak performa

 

Advertisements