Assalamu’alaikum.

Haaaayyy………. Sobat bikerz, salah satu produk yang mampu menandingi kedigdayaan Aprilia Rs 125 hanyalah Cagiva Mito 125 dan kali ini kita akan bahas Cagiva Mito nie sobat bikerz. Cagiva Mito 125 adalah motor sport sejati buatan Italy. Merupakan versi mini dari Ducati 916, Mito sendiri merupakan arti kata dari “Mitos” menggunakan mesin dua langkah berpendingin air. Dikarenakan Rancang bangun Cagiva Mito menggunakan basis Ducati 916. Disamping itu bila dibandingkan kesuksesan Aprilia RS125 di ajang grand prix, bagaikan langit dan bumi. Meski sempat di perkuat Valentino Rossi pada musim balap 1994 keikutsertaan Cagiva Mito di ajang balap 125 terbilang gagal total, tidak heran pada tahun 1996 hingga saat ini Cagiva absen pada ajang grand prix. Massimo Tamburini dikenal sebagai desainer yang bisa dibilang mengetrendkan rangka tralis dengan kualitas sanggup bersaing dengan rangka twin spar Jepang. Massimo Tamburini juga dikenal dengan pembuat desain knalpot undertail dan menyatukan lampu sen dengan spion. namun untuk cagiva mito 125 ini Massimo Tamburini menggunakan frame atau sasis Twinspar sobat bikerz.

Sepeda motor asal negeri Italia ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989 silam, dengan tampilan yang ternyata yang jauh berbeda dengan Mito yang kita kenal sekarang ini sobat bikerz. Dikarenakan versi pertama Cagiva Mito masih menganut style ala Ducati Paso yang kental dengan tampilan “Jellymould” pada bagian Fairingnya. Diawal Hadirnya Cagiva Mito diberi label dengan nama Mito Mark I, Mark II dan SP, Dimana pada versi SP menganut berbagai part yang tentunya lebih superior, seperti Pengapian lebih advanced, Suspensi Paioli dan menggandeng Velg Marchesini.

Karan dirasa masih kurang advanced maka Setelah itu dipercayakan pada Massimo Tamburini untuk menangani Cagiva selepas tahun 1990an. Tentu Cagiva Mito pun mengalami rombakan besar-besaran pada saat itu hingga lahirlah Cagiva mito 125 seperti yang sekarang kita kenal sobat bikerz. Kalo sebelumnya menganut Ducati Paso, kini langsung diubah total menjadi styling eksotis ala Ducati 916 yang memiliki desain legendaris, bahkan sekilas akan terlihat sangat mirip sobat bikerz, jadi jangan heran karna pada saat itu Massimo Tamburini merupakan desainer motor untuk Ducati, Cagiva, Aprilia, MV Agusta dan Bimota. Lihat saja pada bagian Rangkanya tercetak embos MV Agusta sobat bikerz. Setelah mengalami banyak perubahan tersebut, Cagiva Mito terbaru pun bertransformasi menjadi sosok yang kita kenal dengan nama Mito EV / Mito Evolution.

Bila kita melirik soal detail Cagiva Mito ini, maka akan kita temui beberapa perbedaan signifikan. Dimana sang kakak yaitu Ducati 916 menggunakan Frame Trallis yang legendaris, sedangkan Cagiva Mito 125 menggunakan Frame Alumunium Twinspar. Kemudian pada bagian swingarm Ducati 916 menggunakan Single Sided Swingarm sedangkan cagiva Mito Menggunakan Alumunium Banana Swingarm. Jika melihat kubikasi cc nya yang hanya 125cc tentu Cagiva Mito ini hadir di Eropa khusunya Itali adalah untuk para pemula yang ingin naik kelas.

Dibalik fairingnya, Ternyata tersimpan seonggok mesin mungil sebagai jantung pacu laju motor yang justru punya Power tzaadistt sobat bikerz. Berbekal mesin 125cc 2Tak, Liquid-Cooled alias pendingin cairan, dan Sistem pamasukan bahan bakar diatur oleh katup buluh dan disuplai karburator Dell’Orto tipe PHBH RD diameter 28 mm, serta hadirnya sistem Powervalve yang diatur secara elektrik bernama Cagiva Torque System ( persis seperti RC Valve, YPVS dan AETC). Untuk edisi ’95 masih pakai Mikuni TM 35. Mungkin dianggap tidak cocok . sebab untuk motor 125 cc, ukuran Mikuni 35 mm terlalu besar. Untuk mendinginkan mesin digunakan radiator yang mampu menampung 1,5 liter air. Mesin 125cc dengan Bore x Stroke 56 x 50,6 mm dan kompresi 6,3 : 1 mampu memuntahkan tenaga sebesar 34 hp 24.8 kW @ 12000 rpm dan maksimum torsi sebesar 23 Nm @ 11000 rpm, mengail kecepatan 170km/jam perkara mudah bagi Cagiva Mito 125. Versi Cagiva Mito EVO I malah hadir dengan 7 percepatan kemudian seri Mito EVO II malah hadir denga 6 percepatan. Kunci kontak tidak didekatkan pada dashboad atau setang. Tapi persis di depan tangki dan dibelakang stabiliser kemudi. Uniknya, ada di posisi ‘parking’. Jika anak kunci diposisikan di sini, maka kemudi mengunci dan lampu senja depan dan belakang menyala. Gunanya, jika motor ditinggalkan sesaat di tepi jalan. Nyala lampunya perlu untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lain. Berikut ini spesifikasi dari Cagiva Mito 125 sobat bikerz :

Dimensi 1.980 x 760 x 1.100 mm
Jarak Sumbu Roda 1.375 mm
Tinggi Jok 760 mm
Jarak ke Tanah 135 mm
Berat 129 kg
Bahan Bakar 12,5 liter
Suspensi Depan Teleskopik
Suspensi Belakang Monoshock
Rem Depan Single Disc 230 mm, Kaliper 4 Piston
Rem Belakang Single Disc 230 mm, Kaliper 2 Piston
Ban Depan 110/70 ZR17
Ban Belakang 150/60 ZR17
Tipe Mesin 2-stroke, single cylinder, liquid-cooled, electric power valve
Kapasitas Mesin 125,6cc
Diameter x Langkah 56 x 50,6 mm
Daya Maksimum 34 HP @ 12.000 rpm
Torsi Maksimum 23 Nm @ 11.000 rpm
Transmisi Manual, 6-speed Evo II and 7-speed Evo I
Starter Elektrik

Dengan bodi yang lumayan gede, ternyata bobotnya hanya 129 kg saja, Suspensi dipercayakan pada Marzocchi. Untuk Shock depan mengandalkan upside down berdiameter 40 mm. Sedangkan belakang monosok hidraulik model soft-damp. Shockbreaker ini cuma punya sarana setelan pra-beban dengan mengatur kekerasan pegasnya. Pelek Grimeca depan dan belakang juga dibikin dari paduan alumunium. Depan lebar 2,75 x 17 dibalut ban 110×70/17. Sedang belakang 4,00 x 17 dengan ban 150×60/17. Setiap roda distop lajunya oleh sebuah cakram Brembo ukuran 320 mm untuk depan dan 230 mm untuk belakang. seat high lmayan mengintimidasi nie 760mm bagi rider dengan tinggi badan dibawah 165cm bakalan jinjit balet hehehehehe…… 😆 enaknya motor Eropa berkubikasi 125cc rata-rata sobat bikerz tidak perlu menggunakan stater kaki, cukup dengan menekan tombol elektrik stater maka Cagiva mito ini akan menyala, tapi ingat kondisi Accu atau aki kudu dijaga biar tetap prima jangan sampe ngedrop ntar kalo sistem Powervalve yang diatur secara elektrik bernama Cagiva Torque System jebol bisa meringis sampean.

Hadirnya velg Grimeca depan dan belakang juga sengaja dibuat dari paduan alumunium demi mengejar bobot yang ringan namun kuat. Lebar velg depan 2,75 x 17 dibalut dengan ban 110×70/17. Sedangkan bagian belakang 4,00 x 17 dengan ban 150×60/17. Setiap roda dipercayakan oleh sebuah cakram Brembo ukuran 320 mm untuk depan dan 230 mm untuk belakang.

Pertama diperkenalkan pada tahun 2005 pada EICEMA motorcycle show dan dijual pertama pada 2008. Cagiva Mito 525SP merupakan sepeda motor yang sudah lulus EURO3 emission, Cagiva telah menerapkan Electronics Carburetion System (ECS), dimana ECS ini akan mengatur campuran antara udara dan bensin serta oli samping. Riset atas sistem ini bekerja sama dengan pabrikan karburator terkenal Dell’orto. masih menganut konfigurasi mesin serupa dengan Cagiva Mito 125, bermesin 2 tak 1 silinder berpendingin air. Namun memiliki tenaga 39hp dan bobot 125 kg atau lebih ringan dari versi terdahulu. Tidak heran karena mesin Cagiva Mito 125 seri 52SP ini merupakan versi jalan raya dari Cagiva Sp 525 yang dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi Gp 125 musim 2008. Jika tenaga 39hp dan torsi 30nm masih dirasa kurang, pemilik bisa menggati karburator Dell’orto’ 28mm dengan karburator Dell’orto’ 34mm atau bahkan dengan ukuran 54mm. Hasilnya tenaga mesin bisa mencapai 45hp malah bisa sampe 58hp tetapi konsekuensinya konsumsi bbm bisa mencapai 1 liter untuk 8 km, udah kayak mobil aja ya hehehehehe….. 😆

Kekurangan sang Cagiva Mito 125

Segudang fitur yang dimiliki Mito bukan berarti Cagiva Mito 125 ini menjadi motor yang sempurna. Untuk penggunaan harian karena posisi stang yang underyoke, maka posisi mengemudi yang terlalu merunduk, sehingga membuat pengendaranya cepat pegal, sekalipun si pengendara telah terbiasa mengendari Cagiva Mito. Sebelas dua belas dengan pengendara, pembonceng malah lebih sial, berbeda dengan jok tingkat seperti padasepeda motor 150cc 2tak pabrikan jepang, jok pembonceng pada Mito hanya merupakan plastik yang dilapisi busa setebal 4mm, tidak terbayang rasanya bila melakukan perajalanan jauh sebagai pembonceng di atas Cagiva Mito. Kemudian slip kopling menjadi hal biasa bagi pengendara Cagiva Mito apabila terjebak dalam kemacetan, sehingga meskipun dalam kondisi berhenti sering kali gigi Cagiva Mito tidak bisa dinetralkan kecuali dalam kondisi mesin mati. Parahnya apabila pengendara sering menghidup – matikan mesin maka aki Cagiva Mito yang hanya 9v akan menjadi soak dan artinya pengendara harus bergaya seperti Valentino Rossi ketika ia berusaha menghidupkan motornya setelah terjatuh, karena Cagiva Mito tidak memiliki kick starter. Bayangkan jika anda harus mendorong motor seberat 136kg di tengah kemacetan hanya untuk menghidupkan mesinnya. selanjutnya konsumsi bahan bakar Cagiva Mito yang untuk satu liter pertamax plus hanya mampu menempuh jarak 10,5 km ini menjadikan Cagiva Mito motor paling boros di kelasnya. Kalau pun jalanan lancar dan anda tidak menggeber Mito maka konsumsi BBM dapat ditekan hingga 1 liter untuk 15 km sobat bikerz.

Kisaran harga untuk cagiva Mito 125 saat ini adalah direntang harga termurahnya masih berada diangka 30 juta lebih sobat bikerz, maklum namanya motor Eropa harga jual dan sparepart pasti lebih mahal. Jadi yang piara motor Itali 2tak tentu kalangan yang sudah expert sobat bikerz, kalo masih pemula jagna dulu dech untuk ganti oli dan oli sampingnya bisa rogoh kocek hampir sejuta. Maklum kudu yang full spek racing, kalo ndak ntar motor jebol sampean bisa gigit jari guling-guling dipinggir jalan buat biaya reparasinya hehehehehe….. 😆 terima kasih sudah meluangkan waktu mampir kemari sobat bikerz, semoga bermanfaat dan ingat jangan lupa bahagia.

Wassalamu’alaikum.

 

 

Advertisements