Assalamu’alaikum.

Haaayyyy………… Sobat bikerz, masih bahas motor 2Tak. Kali ini lagi-lagi ngebahas Suzuki 2Tak, masih sodara denga Satria 120 2Tak. Suzuki Satria 120 R ini juga pernah ngetop lewat negara tetangga yakni Thailand dan Vietnam era 90an akhir dulu. Beda dengan disini, tentu beda juga dengan disana. Kalau di negera kita Satria 120 R ngepop dengan tampilan bebek yang benar-benar bebek, dikedua negara tersebut Satria mempereloh jubah zira berubah menjadi bebek sport ayago. Tentu saja tak hanya tampilan yang bertransformasi jadi macho, namanya pun dirubah menjadi lebih garang. Bukan berarti nama Satria tidak garang lho sobat bikerz. Pabrikan Suzuki disana merubah nama Satria menjadi Stinger alias Si Penyengat. Jadi di Thailand dan Vietnam Hadir dengan nama Suzuki Stinger 120 sobat bikerz.Dengan mengambil konsep hampir sama alias beda tipis dengan jubah RK-Cool 110 yang masih sama-sama satu ibu yakni Suzuki, motor ini memang merupakan varian kakak tertua dari generasi bebek ayago bermesin tegak 2 stroke pabrikan Suzuki di Asia Tenggara. Melanjutkan kesuksesan Akira 120 di pasar domestik. Pabrikan Suzuki Vietnam kembali lagi menelorkan ayago terseksi yang pernah dibuat yaitu Suzuki Stinger 120. Mengusung kapasitas silinder terbesar pada masanya , yaitu 120cc. Teknologi sistem pendinginan udara yang terkenal dengan nama Jet Cooled,ย  mengandung makna / filosofi “cepat dingin”. Artinya, di masa itu Suzuki mengklaim bahwa mesin-mesin motornya memiliki sistem pendinginan yang efektif dan telah terbukti baik dalam melepaskan panas mesin ke udara bebas.. Hal itu (sepertinya) untuk menepis anggapan bahwa motor 2tak mudah mengalami overheat. Selain itu dengan rangka dual crandle box seperti yang hanya ditemukan motor kelas sport, mengusung teknologi SCAF (Suzuki Computerized Analized Frame), sistem komputerisasi analisa rangka. Bentuk rangka unik inilah yang menaikan popularitasnya dalam segi desain sekaligus seringkali membawa motor ini menaiki podium tingkat internasional di kelasnya. Teknologi dua langkah atau 2Tak yang efisien dalam mengail kecepatan tinggi, hingga velg casting wheel dengan piringan depan dan belakang, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kecepatan pada masa itu.

Sektor Mesin Bisa dibilang sama persis dengan Suzuki Satria 120 yang pernah diproduksi di Indonesia dengan mesin tipe 2-stroke, single cylinder, air-cooled, berkapasitas 120,7cc. Dengan modal tersebut, motor ini diklaim mampu meletupkan tenaga hingga 15.5 PS pada putaran 8000 rpm dan torsi puncak menembus 1.50 kg-m pada putaran 7000 rpm. Menggunakan Bore X Stroke 56 x 49 mm dan kompresi 7.0:1, kemudian sektor pengabutan disokong oleh Karburator Mikuni VM 20 ss, volume tangki 5,2 liter tergolong besar dimasa itu, rupanya Suzuki sudah mempersiapkannya demi mendukung konsumsi bahan bakar sang Stinger 120, ditunjang Intake system reed valve. Berikut ini spesifikasi dari Suzuki Stinger 120 sobat bikerz:

Dimensi 1.960 x 710 x 1.040 mm
Jarak Sumbu Roda 1.244 mm
Berat 100 kg
Kapasitas Bahan Bakar 5,2 liter
Suspensi Depan Teleskopik
Suspensi Belakang Monoshock
Rem Depan Cakram Hidraulis ย kaliper dual piston
Rem Belakang Tromol (SW), Cakram Hidraulis kaliper dual piston (CW)
Ban Depan 80/90-17
Ban Belakang 70/90-17
Tipe Mesin 2-stroke, Silinder Tunggal, Pendingin Udara
Isi Silinder 120,7cc
Diameter x Langkah 56 x 49 mm
Daya Maksimum 15.5 PS @ 8000 rpm
Torsi Maksimum 1.50 kg-m @ 7000 rpm
Transmisi Manual, 6-speed
Starter Kick

Untuk ketersedian Sparepartnya, dikarenakan sama dengan Suzuki Satria yang pernah hadir di Indonesia jadi masih mudah untuk mencarinya. Selain itu masih cukup melimpah, apalagi di negaranya sana Vietnam dan Thailand Pasti sangat bejaban tuch sparepartnya. Di Indonesia sendiri pernah lihat Suzuki Satria 120 berganti baju menjadi Suzuki Stinger 120. Mohon Maaf sebelumnya karna hanya sedikit yang bisa saya bagi nie sobat bikerz, jika ada sobat bikerz yang lebih paham, monggo silahkan menambahkan di kolom komentar. Terima kasih sudah meluangkan waktu mampir kemari sobat bikerz, semoga bermanfaat dan ingat jangan lupa bahagia.

Wassalamu’alaikum.

 

 

Iklan