image

Assalamu’alaikum.
Selamat malam sobat bikers, mumpung inget sesekali share artikel horor. Momentnya juga pas banget malem jumat jadi lebih berasa aura kasih mistisnya. Baiklah……cerita ini adalah kisah yang dituturkan oleh rekan saya sebut saja Jhoni. Saat itu Jhoni sedang menempuh perjalanan dari Jakarta keSurabaya  dengan menggunakan bus malam.

Di tengah perjalanan, saat bis tersebut berhenti di sebuah terminal, seorang kakek tua naik dan menawarkan buku-buku bacaan pada semua penumpang. Sesampainya di kursi si Jhoni: “Bukunya nak? Ada macam-macam nih. Buku silat, roman percintaan, agama, dan lain-lain”, ujar sang kakek.
Jhoni yang kala itu kebetulan sedang tidak bisa tidur pun tertarik. “Ada buku misteri atau horor nggak kek?” “Oh suka cerita horor yah?”, jawab si kakek. “Kebetulan sisa satu. Pas lagi ceritanya. Tentang bus yang ditinggali banyak arwah penasaran. Judulnya ‘Arwah Penasaran di Bus Malam Pantura’. Serem banget pokoknya.”
“Boleh juga tuh. Berapa harganya?” “Delapan puluh lima ribu, nak” “Walah, mahal bener harganya, kek”. “Ya namanya juga buku bagus. Best seller. Semua yang baca buku ini kabarnya sampe syok loh waktu baca endingnya”, si kakek berpromosi ala sales panci branded.
Jhoni pun akhirnya mengalah disamping rasa penasarannya akan buku tersebut. Akhirnya uang sebesar delapan puluh lima ribu berpindah tangan. Entah kenapa, tepat pada saat si Jhoni menyerahkan uang tersebut ke kakek tua, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar duuuaaarrrrr!!!!!!!. Angin pun terasa mulai bertiup kencang menelusup ke sela tengkuk. Si kakek buru-buru melangkah turun dari bus, namun tiba-tiba berhenti dan kembali kearah Jhoni sambil mendekatkan wajahnya pelan-pelan ke arah Jhoni. “Nak”, ujarnya lirih, “apa pun yang terjadi, harap jangan buka halaman terakhir ya. Ingat, apapun yang terjadi. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya tidak mau bertanggung jawab.”

image

Seketika itu jantung Jhoni berdegup amat kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala dan kesulitan menelan air ludahnya sendiri hingga akhirnya si kakek turun dari bus dan menghilang ditelan kegelapan. Singkat cerita, dua jam kemudian, sekitar pukul satu malam, Jhoni selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir tentunya.
Memang benar seperti yang dikatakan si kakek penjual, buku itu benar-benar menegangkan dan menyeramkan. Di luar bus yang melaju kencang, diantara rintik nyanyian hujan yang turun dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian dan terkadang terdengar suara guruh yang menggelegar. Sejenak Jhoni melihat ke sekeliling dan ternyata semua penumpang sudah terlelap dalam tidur.
Bulu kuduk Jhoni kembali terasa merinding.
“Baca halaman terakhirnya nggak yah?”, pikir Jhoni bimbang. Antara penasaran dengan rasa takut berbaur menjadi satu. Di luar jendela malam tampak makin gelap. Akhirnya dengan mantap Jhoni mengatakan pada dirinya sendiri “Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”
Dengan tangan gemetar ditambah dinginnya AC bus yang menusuk di sela-sela leher bikin makin merinding Jhoni pun membuka halaman terakhir dari buku tersebut secara perlahan-lahan..… Dan akhirnya tampak sebuah lembaran kosong dengan sepotong label di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Jhoni membaca huruf demi huruf yang tercantum:
Arwah Penasaran Bus Malam Pantura
Terbitan CV. Buku Horror Garing
Harga Pas: Rp 25.000,-

Ojo serius sobat bikers……sekedar dagelan, kalau serius terus cepat tua. Sesekali bolehlah berhumor ria melepas penat dan lelah. Cerita dapat di mbah Google isi saya edit seperlunya aja biar lebih berasa bumbu horornya. Terima kasih sobat bikers sudah meluangkan waktu mampir kemari, jangan lupa bahagia.
Wassalamu’alaikum.

Iklan