image

Assalamu’alaikum.
Al-Jumuah Mubaraq sobat bikers, setelah kemarin sore terjafi kerusuhan antar 2 ormas besar di Bali khususnya Denpasar. Situasi sudah kembali reda dan kondusif hari ini. Sebenarnya BMR bukan mau bahas itu tapi pengen bahas tentang SIM keliling, dimana 5 tahun lalu BMR juga perpanjang disitu juga. Awalnya BMR pengen bahas jadwal serta tata cara ngurus perpanjang SIM di SIM Keliling tapi ada suatu hal yang bikin BMR kecewa nie.


Tepatnya Rabu kemarin tanggal 16 Desember 2015 BMR sudah harus memperpanjang SIM C dan untungnya belum lewat terlalu jauh, sekarang diberikan waktu maksimal 3 bulan setelah SIM tersebut kadaluarsa untuk segera perpanjang. Awalnya BMR nanya prosedurnya di kantor Poltabes untuk perpanjang SIM berhubung waktu BMR yang terbatas akhirnya esok hari BMR putuskan untuk perpanjang di SIM Keliling, dimana pada hari rabu biasanya mangkal di jalan Teuku Umar Barat atau nama lainnya jalan Marlboro setelah perempatan gunung salak lurus saja kearah Lapas krobokan.
Mekanisme perpanjang SIM di SIM keliling adalah membawa SIM yg telah kadaluwarsa dan 2 fotokopiannya, serta KTP pemilik  SIM sendiri dan juga 2 fotokopiannya. Sesampainya di tempat serahkan kepada Petugas nantinya kita diberikan nomor urut. Klo tidak sempat fotokopi di tempat tersebut ada jasa fotokopi yang telah disediakan dan sobat bikers kudu merogoh kocek 5 ribu untuk biaya fotokopi. Setelah itu dipanggil untuk test kesehatan dan setelah di cek kesehatan diberikan map yang telah berisi blanko pengajuan perpanjang SIM selanjutnya antri lagi menunggu dipanggil petugas untuk foto.
Pada saat No. Urut BMR dipanggil maka BMR menyerahkan map yang dibawa tadi, kemudian petugasnya menyebutkan nominal yang harus dibayarkan. Sebenarnya BMR kaget saat disuruh bayar 190 ribu untuk perpanjang SIM dan sempat komplain Pak. . . . Masa sebesar itu bayarnya?? Saya hanya perpanjang SIM C saja, bukannya dibawah 100ribu ya??’ dengan tenang dijawab ‘ ya emang segitu bayarnya, sudah cepat bayar yang antri masih banyak diluar jangan memperlambat proses
Padahal sebelumnya saat masih mengantri tadi BMR sempat tanya kepada orang-orang yang telah lebih dulu selesai perpanjang SIM mereka bilang rata-rata kena 90 ribu untuk SIM C. Saat BMR laminating SIM pun bertanya ke petugas yang lain dan dijawab ‘iya pak 190 ribu untuk perpanjang mungkin salah dengar tadi bapaknya‘.
Ternyata kecurigaan BMR terbukti tadi ketemu beberapa teman di lapangan yang juga urus perpanjang SIM di SIM keliling hanya kena 90rb saja. Gimana ini mental korupsi oknum petugas Kepolisian masih aja ada yang seperti itu, BMR merasa dikecewakan dengan ulah petugas Di SIM Keliling. Lain hal bila mengurus menggunakan CALO harga sudah tentu akan naik, ini ngurus sendiri masih ditembak pula dengan harga yang tidak wajar. . . . .

image

Dalam PP NO. 50 Tahun 2010 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak telah diatur berapa besaran pungutan yang harus dibayarkan dan aturan tersebut terpampang jelas di Poltabes/Polresta Denpasar. Kalau begini tentu menari uang sebesar itu menyalahi aturan dong, lagian 190 ribu rinciannya digunakan buat bayar apa saja??. . . Seharusnya bisa lebih transparan kepada masyarakat. Malu dong bikin himbauan jangan pake CALO tapi kenyataannya malah masih saja ada oknum petugas yang memanfaatkan untuk mengeruk keuntungan pribadi.
Semoga dengan adanya artikel ini pihak terkait bisa lebih mendisiplinkan oknum petugas yang nakal dan bagi masyarakat jangan segan-segan untuk menegur bila memang melakukan kesalahan. Terima kasih sudah mampir kemari sobat bikers
Wassalamu’alaikum.

Iklan