Assalamu’alaikum
Haii. . . . Sobat bikers selamat hari senin, saatnya kembali berjibaku dengan rutinitas harian. Kali ini pengendara moge (motor gede) khususnya Harley Davidson kembali menorehkan citra buruk dimata publik, sangat disayangkan seharusnya image buruk itu mulai dikikis untuk memperbaiki image yang sudah terlanjur buruk. Seperti beberapa kejadian yang BMR dapatkan dari sosial media tentang keluhan pengguna Harley Davidson.
Jalanan adalah milik umum setiap pengguna jalan memilik hak untuk memakai tanpa melanggar hak pengguna jalan lain. Yang pertama merupakan video yang diunggah oleh salah seorang supir ambulance yang kecewa dengan iring-iringan pengguna HD. BMR dapatkan dari rekan blogger yaitu bro Mahardika artikelnya ada DISINI, terlihat dalam rekaman mobil ambulance membawa pasien yang sedang sakit padahal sirine sudah berbunyi tapi pengendara HD didepannya tetap tidak memberikan jalan. Bayangin aja sobat bikers kalo itu sanak family kalian apa nggak kesal dan marah??. . . . Sungguh sangat disayangkan sikap mereka, bertepatan dengan Jambore Otomotif yang belangsung tanggal 6 sampe  8 november kemarin. Link video ada di bawah ini:


Video ini sebenarnya diunggah oleh salah satu akun facebook bernama yudixputra kejadian di jalan Raya Guwang Sukawati, dalam video tersebut jalanan lengang.

image

Kemudian ada pula yang BMR dapatkan dari grup whatsapp dimana ada rekan blogger yang mendapatkannya dari jejaring sosial facebook, para pengendara HD menggunakan jalan Tol Bali Mandara menggunakan jalur untuk Mobil, seperti kita bahwa jalan Tol di Bali merupakan jalan Tol pertama yang dibangun diatas perairan dan yang pertama pula ada jalur untuk kendaraan bermotor, sayangnya jalannya kurang lebar untuk pengendara motor. Naah. . . . Kalo yang ini BMR kurang paham apakah mereka sudah mengantongi ijin dari pihak berwajib untuk menggunakan jalan Tol sebagai jalur Konvoi??. . . . Selain itu tidak adanya pengawalan dari pihak berwajib membuat aksi pengendara HD makin terlihat arogan. Terlihat dari status yang menggunakan bahasa Bali tersebut menanyakan kenapa tidak ada pengawalan dari aparat kepolisian. Bukankah dalam konvoi road capten atau voojrider seharusnya sebelum memulai konvoi sudah memberikan pengarahan untuk mengatur barisan agar tidak melanggar hak pengguna jalan lainnya. Come on. . . . Jalanan bukan milik pribadi dan bukan pula playground, think smart.

image

image

image

Mari sama-sama mendoakan agar para pengguna HD arogan, sadar akan perbuatannya. Selain itu disiplin berlalu lintas hendaknya dimulai pula dari diri sendiri jangan merasa memiliki materi berlebih kemudian menggunakan jalan seenaknya. Terima kasih sudah meluangkan waktu mampir kemari sobat bikers.
Wassalamu’alaikum.

Iklan