image

Assalamu’alaikum.
Lama nggak bikin artikel pojok hukum, kali ini BMR mulai dari yang ringan dulu aja ya. Itung-itung mencairkan isi otak BMR yang udah mulai beku, sebelumnya makasih banyak buat sobat bikers yang sering mampir ke warung BMR yang nggak jelas isinya ini hehehehehe…… ๐Ÿ˜€ oke daripada berlama-lama berikut ilustrasinya gaes!!!
Bejo seorang pemuda perantauan yang telah sukses mengadu nasib ke pulau seberang. Berhubung momentnya pas banget dengan liburan panjang lebaran Bejo pengen mudik ke kampung halamannya sekalian menunjukkan kepada keluarga di kampung kalo si Bejo sudah sukses dan memiliki sebuah mobil. Tapi di satu sisi Bejo bingung selama diperjalanan Bejo melihat mobil baru plat putih dengan nomor plat merah. Sempat pula bertemu di rest area dan bertanya kepada sang pemilik mobil, kemudian Bejo bingung dengan penjelasan yang didapat bahkan ada yang mengatakan dengan surat jalan. Sesampainya di rumah orang tua Bejo bertanya kepada sodaranya yang lebih paham tentang hukum, berikut penjelasannya sobat bikers.

image

Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan atau bisa disingkat menjadi PP No. 80 Tahun 2012, surat-surat yang dikenal terkait Pemeriksaan kendaraan bermotor antara lain yaitu Pasal 3 PP No. 80 Tahun 2012:
a. Surat Izin Mengemudi (“SIM”), Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK), Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, atau Tanda Coba Kendaraan Bermotor;
b. tanda bukti lulus uji bagi kendaraan wajib uji;
c. izin penyelenggaraan angkutan.
Untuk surat jalan, BMR udah ngubek-ubek mbah gugel dan tanya ke kawan yang lebih paham akan hal ini. Sejatinya dalam peraturan manapun tidak ada yang namanya surat jalan atau surat sakti dan tidak ada pula peraturan yang mengatur tentang surat jalan. Terkait kendaraan baru yang belum keluar STNK nya untuk sementara di berikan STCK (Surat Tanda Coba Kendaraan) yang mana masa berlaku biasanya hanya satu bulan saja sampai terbit STNK dan TNKB.
Di dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau biasa disingkat UU Lalu Lintas.
Pada dasarnya, setiap kendaraan bermotor wajib diregistrasikan, termasuk bagi kendaraan bermotor baru, sebagaimana diatur dalam Pasal 64 ayat (2) huruf a UU Lalu Lintas. Berkaitan dengan registrasi kendaraan bermotor baru, Pasal 65 ayat (1) UU Lalu Lintas mengatur bahwa:
โ€œRegistrasi Kendaraan Bermotor baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) huruf a meliputi kegiatan:
1. registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor dan pemiliknya;
2. penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor; dan
3. penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor โ€
Terkait dengan pengoperasian kendaraan bermotor di jalan raya, setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalanan wajib dilengkapi dengan STNK dan TNKB, sebagaimana diatur dalam Pasal 68 ayat (1) UU Lalu Lintas . UU Lalu Lintas juga mengatur mengenai ancaman hukuman apabila seseorang mengendarai kendaraan bermotor tanpa STNK dan TNKB, yang diatur dalam Pasal 288 ayat (1) UU Lalu Lintas , yang selengkapnya berbunyi:
โ€œSetiap orang yang mengemudikan
Kendaraan Bermotor di Jalan yang
tidak dilengkapi dengan Surat Tanda
Nomor Kendaraan Bermotor atau
Surat Tanda Coba Kendaraan
Bermotor yang ditetapkan oleh
Kepolisian Negara Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Pasal
106 ayat (5) huruf a dipidana dengan
pidana kurungan paling lama 2 (dua)
bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) โ€
Adapun arti dari Surat tanda Coba Kendaraan, atau biasa disingkat STCK, adalah tanda bukti pengesahan kendaraan bermotor sementara berdasarkan identitas dan kepemilikannya yang telah didaftar.
STCK merupakan sarana identifikasi atau tanda bukti yang sah untuk sementara dalam tugas forensik registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.

image

STCK hanya diberikan kepada Badan Usaha di bidang penjualan, pembuatan, perakitan atau pengimporan kendaraan bermotor. STCK berlaku selama perusahaan tersebut masih menjalankan usaha;
STCK perorangan kini tidak ada lagi, kecuali pemohon dengan maksud uji coba kendaraan bermotor yang sedang dalam taraf penelitian.
Mengacu pada pasal 69 UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas disebutkan bahwa:
1. Setiap Kendaraan Bermotor yang
belum diregistrasi dapat dioperasikan di Jalan untuk kepentingan tertentu dengan dilengkapi Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan Tanda Coba Nomor Kendaraan Bermotor.
2. Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan Tanda Coba Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada badan usaha di bidang penjualan, pembuatan, perakitan, atau impor Kendaraan Bermotor.
3. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara pemberian dan penggunaan Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan Tanda Coba Nomor Kendaraan Bermotor diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Di jaman sekarang ini untuk pengurusan STCK biasanya ditangani oleh ATPM sembari menunggu STNK dan Plat Nopol asli keluar. Setelah mendengarkan penjeleasan yang panjang lebar Bejo akhirnya mulai sedikit paham tentang alur dan peraturan hukum yang mengikat.
Oke sobat bikers terima kasih sudah meluangkan waktu mampir ke warung yang nggak jelas isinya ini dan bagi sobat bikers ataupun rekan pemba a yang lebih paham tentang hukum silahkan untuk share olmunya di kolom komentar. BMR akan sangat senang bila ada yang mau saling berbagi ilmu karna jujur saja BMR pun ilmunya masih terbatas. Sedangkan sumbernya BMR dapatkan DISINI ada juga DISINI dan DISINI kemudian DISINI
Wassalamu’alaikum.

Iklan