image

Assalamu’alaikum
SAMSAT atau kepanjangan dari Satuan Manunggal Satu Atap, pastinya sobat bikers kalo mau perpanjang STNK atau Balik Nama Kendaraan bermotor tujuannya ksana. Bisa jadi beberapa dari sobat bikers yang karna saking sibuknya memberikan tugas tersebut kepada biro jasa ya istilahnya terima beres aja toh sibuk dengan kerjaan atau hal lain yang sama pentingnya. Kalo itu terserah sobat bikers mau pake biro jasa mau datang langsung urus sendiri toh yang ingin BMR share atau bagikan adalah pengalaman mengurus sendiri Balik Nama Kendaraan adik BMR.

image

Kebetulan saat balik nama sekalian sama ganti plat nopol soale wes expired lagipula biar nggak dua kali kerja. BMR pergi ke kantor SAMSAT jam setengah 8 pagi sudah di lokasi, jujur tiap daerah pasti punya penanganan tersendiri dalam prosesnya ada yang simple atau mudah dan adapula yang ribet. Sebenarnya tahun 2013 saat itu masih sebagai silent reader di blog-blog kondang. BMR sengaja datang pagi niat hati biar cepat selesai tapi apa daya baru selesai sampe jam 4 sore, untungnya di tempat kerja sudah mengajukan libur atau minta cuti sehari sebagai antisipasi. Lhaa…..butuh extra effort ternyata untuk urus bea balik nama kendaraan bermotor, pantes aja pada banyak yang memberikannya ke biro jasa.
Langkah awal yang BMR lakukan adalah mempersiapkan berkasnya yaitu membawa BPKB asli, STNK asli plus kopiannya, KTP adik BMR, surat kuasa (bisa dibeli di kantin SAMSAT), kwitansi plus materai. Kemudian langkah selanjutnya BMR ke tempat gosok nomor rangkaย  dan nomor mesin letaknya berada dekat pintu masuk kantor SAMSAT. Beres urus gosok menggosok lanjut ke ke dalam untuk menyerahkan berkasnya pertama kasih ke loket 1 untuk cabut berkas yang lama setelah itu bayar di bank BRI (kalo nggak salah ingat) yang ada di lokasi SAMSAT sebesar 80 ribu rupiah, kemudian masukkan bukti pembayaran cabut berkas tadi ke loket selanjutnya untuk pengajuan berkas baru setelah itu bayar lagi ke BRI sebesar 80 ribu untuk pengajuan berkas. Lalu setor ke loket selanjutnya untuk di proses, dikarenakan rame jadi harus extra sabar menunggu ya sobat bikers. Begitu dipanggil diberikan semacam kertas yang nantinya dipergunakan untuk menukar ke loket yang ada diluar dekat pencetakan plat nopol untuk mendapatkan STNK baru. Setor. Taruh buktinya di loket tersebut setelah dipanggil BMR pada saat itu hanya mensapatkab lembar pajaknya aja dikarenakan sedang terjadi kekosongan bahan pada saat itu lagipula dibalik kertas tersebut ada stempel kapan bisa diambil lembar satunya lagi.

image

Selain itu BMR juga belum mendapatkan BPKB yang baru jadi harus menunggu sekitar 8 bulanan pada saat itu, hanya mendapatkan selembar kertas yang berisi kapan bisa diambil BPKB yang sudah dibalik nama dibubuhi stempel plus tanda tangan petugas SAMSAT. Penantian berikutnya yang lama adalah menunggu plat nopol selesai, maklum saja yang antri juga bejibun untungnya di dalam ada kantin dan ada juga pedagang bakso, tipat tahu, mie ayam yang diperbolehkan jualan. Sampe BMR tinggal makan, keluar bentar sholat ternyata belum kelar nggak masalah sich toh sudah ijin saat itu. Akhirnya dapat juga plat nopolnya setelah penantian panjang hehehehehehehe……. ๐Ÿ˜†
Saat urus Balik Nama kendaraan bermotor sebenarnya banyak mendapatkan kemudahan seperti contohnya KTP pemilik awal tidal wajib melampirkan kemudian kwitansi bukti jual-beli merupakan hal yang wajib akan tetapi setelah menjelaskan kepada pegawai SAMSAT karna si Supri dibeli secara kredit di dealer motor bekas, maka tetap wajib melampirkan tapi tenang aja bisa diatur hehehehehehe……. ๐Ÿ˜†
Ya…..pas tahun 2013 kemaren kan masih santer kelangkaan bahan mulai plat nopol sampe pengadaan kertasnya jadi ya wajarlah kalo saat itu masih banyak yang tertunda.
Oke sobat bikers trima kasih sudah meluangkan waktu mampir kemari, kalo liat ruwet dan lamanya birokrasi pantas saja banyak yang memberikan kepada agen biro jasa untuk ngurus ke SAMSAT semoga kedepannya lebih dipermudah lagi agar praktek percaloan bisa hilang dan warga yang ingin mengurus surat-menyurat kendaraannya. Hanya sekedar opini yang membangun bukan bermaksud menjatuhkan.
Wassalamu’alaikum

Iklan