image

Assalamu’alaikum
Senang nonton moto gp??…. pasti tau dong aksi saling kebut di lintasan balap apalagi pas saling overtake di tikungan wuiiih….seru banget. Nah saat menikung atau biasa disebut cornering merupakan bagian paling seru. Cornering  adalah kemampuan rider untuk melewati tikungan dengan kecepatan tinggi ataupun kecepatan midlle dan menjaga kecepatannya agar tidak celaka. Sebelum membahas lebih lanjut tentang cornering setidaknya sobat bikers memahami dulu lean angel dari tiap kendaraan yang akan digunakan untuk cornering.
Skutic dan cub atau bebek
Untuk skutic atau bebek biasanya memiliki derajat kemiringan hingga 40° derajat dan paking kecil dibanding motor lainnya.
Streetbike
Type motor jenis ini memiliki derajat kemiringan hingga 50° jadi lebih besar 10° dibandingkan dengan skutic
Sportbike
Tipe ini memiliki derajat kemiringan hingga 55°derajat dan biasanya digunakan pada ajang supersport.
Superbike
Pada tipe ini memiliki derajat kemiringan hingga 61°derajat
Moto GP
Motor kelas protoype atau purwarupa ini memiliki derajat kemiringan hingga 64°derajat bahkan bisa lebih lagi sich kalo BMR liat contohnya Marquez sikut ampe abis gasruk aspal lintasan 😀
Kemudian ada yang namanya Rider view atau batas penglihatan pengendara. Disini BMR membahas tentang penglihatan rider ketika menikung, biasakanlah tatapan melihat jauh tikungan di depan dan biarkan motor meluncur dengan sendirinya dalam artian pandangan rider jangan tertuju terus ke depan motor atau moncong motor yg kita naiki karena dikhawatirkan rider jadi tidak sigap dalam menghadapi tikungan tersebut sehingga tidak bisa mengantisipasi keadaan sesudah keluar tikungan. Teknik ini butuh skill khusus atau bagi yang sudah terbiasa melakukan cornering. Selain Lean Angel dan Rider View, para rider juga harus memahami karakter powerband dari tiap tunggangannya, hal ini bertujuan agar motor tetap terjaga performa mesinnya dan mengurangi gejala overheat akibat pemakaian yang salah kaprah yaitu RPM motor dipaksa untuk meraung tinggi di tikungan, sehingga motor dapat dengan mulus keluar masuk tikungan serta mengurangi resiko roda motor kehilangan traksi maksimalnya yg bisa mengagetkan ataupun mengganggu konsentrasi rider. Powerband ini erat kaitannya dengan teknik rolling speed. Kemudian teknik braking . Teknik pengereman juga sangat krusial sebelum memasuki tikungan, pengereman yg efektif adalah 65% depan dan sisanya 35%belakang, transfer bobot juga sangat berpengaruh ketika melakukan pengereman karena ketika kita menekan tuas rem depan maka otomatis beban berpindah semua ke depan yang kalau dilakukan dengan panik maka roda depan kehilangan traksinya, beda sama kalau kita ngegas beban berpindah semua ke belakang. Saat mau melakukan overtaking, teknik late braking sangat mumpuni untuk mendukung aksi tersebut. Oke sekarang masuk ke cornering itu sendiri, dalam cornering terbagi dalam banyak gaya beberapa diantaranya BMR jelaskan dimari.

image

1. Natural atau netral style
Style ini banyak dipakai oleh rider sehari hari dan juga ketika touring, style ini juga sangat cocok untuk motor bercc kecil yang notabene nggak perlu menurunkan badan untuk menghandle motor karena bobotnya yang ringan dan sudut kemudi yang lebar. Style ini dapat dilihat dari posisi rider sudut kemiringan badannya sama dengan sudut kemiringan motornya dan juga posisi kepala yang seirama dengan sudut kemiringan motor. Akan tetapi ada juga rider di motoGP yg suka mengaplikasikan style ini seperti Jorge Lorenzo terkadang dia pakai style ini  saat di fast corner. Disini pengendara memasuki tikungan dimulai dengan dagu dan bahu yang dicondongkan ke
arah dalam tikungan. Pantat digeser sedikit saja keluar jok, dan mengalihkan sebagian bobot tubuh ke footstep dalam (kiri) sehingga siku tangan bisa lebih rileks.
2. Old school style cornering (lean bike)
Style ini boleh dibilang sebagai style yang banyak dipake pembalap pada era 80an sampe 90an dimana posisi motor cenderung lebih miring daripada badan dan terlihat si rider mendekap tuh motor serta menekan roda depan motornya untuk mendapatkan traksi maksimal dari roda depannya, kemudian posisi pantat juga ngga terlalu jauh bergeser dari jok. Ban belakang juga menjadi lebih awet karna meminimalisir gejala sliding. Pada teknik ini kala itu banyak rider-rider top menggunakan style ini seperti misalnya: Michael Doohan, Neil Hodgson, dan jaman sekarang diwakili oleh Toni Elias serta Ben Spies.
3. New school style cornering (lean body)
Style ini mewakili style dari pembalap pada masa sekarang, dimana posisi badan cenderung lebih miring dari posisi motor dan seolah-olah terlihat bahwa si rider menahan motor bertumpu pada lututnya, kelebihan dari style ini adalah ketika keluar tikungan akan menjadi lebih cepat dan tajam karena ban belakang akan bergeser (sliding) sedikit sehingga memperkecil sudut tikungan, tapi kalau si rider ngga pintar memainkan buka tutup gas di tikungan yang ada malah gejala sliding yg berlebihan sehingga motor akan sedikit terbawa keluar tikungan dan akan mudah disalip rider yg dibelakangnya serta ban belakang akan cepat kehilangan traksinya karena tergerus oleh torsi motor. Rider-rider top jaman sekarang hampir semuanya memakai style ini.
4. Shoulder out Style
Gaya ini biasa digunakan ole Dani Pedrosa saat melihat, dimana saat menikung biasanya para pembalap akan menjadikan lutut sebagai tumpuan sedangkan Dani pedrosa malah merapatkan lututnya ke motor saat melahap tikungan.

image

5. Elbow Down Style
Gaya ini dipopulerkan sang Baby Alien Marc Marquez walaupun sebenarnya pembalap moto GP lainnya juga sudah pernah menggunakannya macam stoner dan Ben Spies juga pernah. Dimana biasanya kebanyakan pembalap menggunakan lutut untuk tumpuan dan menghitung seberapa besar lean angel akan tetapi teknik elbow down ini menggunakan sikut sebagai tumpuan dan merapatkan lutut ke motor.
5. counter weight
Teknik ini digunakan saat menikung, posisi rider justru menjauh dari tikungan. Badan duduk tegak, Motor yang didorong miring. Tangan dalam (tangan kiri) cenderung lurus dan kaku. Style ini kurang cocok untuk dipakai melibas tikungan dengan kecepatan tinggi. Beresiko tinggi ban tergelincir karena motor harus sangat miring, bila ingin menambah kecepatan di tikungan.

image

6. Full Body Shift
Teknik ini digunakan dimana si rider memanfaatkan perpindahan bobot badan keseluruhan secara optimal. Menggeser pantat keluar minimal 1
belahan bokong ada diluar jok, bahkan
banyak yang FULL dua belahan bokong menggantung disamping jok (hanging off). Keseluruhan badan condong ke dalam tikungan, Kepala dan dan bahu condong dalam tikungan, siku tangan kiri ditekuk
rileks, kaki dalam dibuka dan jinjit menekan footstep, kaki luar menjepit tangki. Dengan gaya ini, motor tak perlu terlalu miring. Motor bisa lebih tegak dan leluasa menambah kecepatan ditikungan karena traksi ban lebih banyak.

image

7.counter Steering
“Counter Steering” sendiri sebenarnya tidak membuat motor belok, tapi “Counter Steering” akan membuat motor miring sehingga bisa belok. Kendaraan roda dua bisa tegak berjalan karena apa yang namanya “gyroscope effect” dari kedua roda
depan dan belakang, tapi berkat Gyroscope effect dari kedua roda semakin cepat kendaraan roda dua berjalan akan semakin “susah” kendaraan tersebut untuk dimiringkan. Untuk memiringkan motor perlu diberi sedikit kemiringan terhadap roda, dan kalau roda depan tersebut diarahkan sedikit ke kiri, gyroscope effect akan memiring motor ke kanan dan motor akan belok ke kanan. Untuk menegakkan motor yang miring kekanan, roda depan perlu belokkan kekanan sehingga gyroscope effect akan menarik motor yang miring tersebut kembali berdiri. Seperti halnya kang Haji Taufik Bagi yang sudah biasa membawa motor dalam kecepatan relatif tinggi biasanya alam bawah sadarnya sudah tahu dan sebenarnya secara insting sudah melakukan“counter steering”. Secara gamblangnya teknik ini biasa digunakan saat balapan dirt track akan tetapi dalam balapan moto gp akhir-akhir ini jika diperhatikan valentino Rossi pun sering mengadopsi menggunakannya.
8. Rear Wheel Steering
Teknik ini dilakukan dengan late braking memanfaatkan rem depan saat memasuki tikungan hingga ban belakang terangkat kemudian menggesernya dan rem belakang baru digunakan saat akan ngedrift, berbelok dengan menggeser ban belakang sementara rpm tetap dijaga konstan. Begitu rem belakang dilepas, motor langsung kencang ke arah yang dituju oleh ban depan.
Oke sobat bikers terima kasih sudah menyempatkan mampir kemari, bila ada yang ingin ditambahkan silahkan menambahkan di kolom komentar dan berkomentarlah dengan bijaksana 🙂 sedangkan sumbernya BMR dapatkan DISINI dan juga DISINI ada pula DISINI selain itu ada juga DISINI
Wassalamu’alaikum

Iklan